Hingga saat ini kanker serviks  merupakan penyebab kematian terbanyak akibat  penyakit  kanker di negara berkembang. Penyakit ini berawal dari infeksi virus yang merangsang perubahan perilaku sel epitel serviks yang menyebabkan munculnya pertumbuhan sel abnormal atau sel yang tidak normal sebagaimana mestinya.

Risiko terinfeksi virus HPV dan beberapa kondisi lain seperti perilaku seksual, kontrasepsi, atau merokok akan memperbesar peluang  terjadinya kanker  serviks. Mekanisme timbulnya kanker serviks ini merupakan suatu proses yang  kompleks dan sangat  variasi hingga sulit untuk dipahami. Insiden dan kematian penyebab kanker serviks di dunia menempati urutan kedua setelah kanker payudara.  Sementara itu, di negara berkembang masih menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian akibat kanker pada usia reproduktif.  Hampir 80% kasus berada di negara berkembang.

Satu-satunya cara untuk bisa mengobati kanker serviks sebelum terlambat adalah dengan melakukan skrining/deteksi dini kanker serviks.Ada dua tehnik yang sudah dikenal dalam mendeteksi adanya sel kanker serviks, yaitu Pap Smear dan IVA (Inspeksi VisualAsam asetat).

  1. Pap Smear

Pap smear adalah salah satu deteksi dini terhadap kanker serviks yang sering dilakukan. Pada prinsipnya, pap smear adalah mengambil sel epitel yang ada di leher rahim yang kemudian dilihat kenormalannya.

Pap Smear merupakan pemeriksaan standar yang juga banyak dilakukan di banyak rumah sakit di Indonesia. Caranya adalah mulut rahim diusap dengan kapas sehingga ada sebagian sel rahim yang terlepas dan menempel di kapas, kemudian kapas tersebut dioleskan pada media pembiak.

Hasil pengambilan sel-sel mulut rahim dilarutkan lebih dahulu pada suatu cairan, kemudian disentrifugasi/diambil endapannya, baru kemudian dibuat hapusan dan dibaca dibawah mikroskop. Dengan teknik baru ini, keakuratan hasil pemeriksaan lebih tinggi walaupun biasanya lebih mahal. Jika dalam beberapa hari kedepan dari dalam media tumbuh koloni-koloni virus HPV berarti orang tersebut positif menderita kanker serviks.

  1. IVA (Inspeksi Visual Asam asetat)

Prinsip dari IVA sama dengan pemeriksaa Pap Smear, namun yang lebih cepat dan dapat dilakukan pada waktu singkat. Pemeriksaan ini telah menjadi program di Puskesmas seluruh Indonesia.

Tes IVA ini akan mendeteksi sel-sel epitel leher rahim yang berpotensi untuk berubah menjadi kanker (lesi prakanker) sebelum menjadi kanker leher rahim hanya menggunakan cairan asam asetat, tes HPV. Pemeriksaan ini sangat akurat hingga mendekati 100%. Pemeriksa menampakkan serviks untuk mengenali tiga hal, curiga kanker, curiga infeksi, serviks normal dengan daerah transformasi yang dapat atau tidak dapat ditampakkan.

Perbedaan mendasar antara Inspeksi Visual Asetat dan Pap Smear adalah; jika IVA bisa langsung dilihat hasilnya, maka Pap Smear harus menunggu 5-10 hari untuk mengetahui hasil pemeriksaannya.

Bunda suka dengan artikel Beberapa Metode Untuk Mendeteksi Kanker Serviks ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Beberapa Jenis Mioma Uteri. Semoga bermanfaat...

Keputihan dan Kista menyebabkan Anda SUSAH HAMIL.. Bau tak Sedapnya sangat Mengganggu!
Atasi dengan CRYSTAL X.. Gratis Kirim ke JABODETABEK, Diskon 30% Ongkos Kirim ke Kota Lain.
Garansi UANG KEMBALI 300% jika barang yang kami kirim PALSU! Beli Sekarang! Klik di Sini!

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel tentang Beberapa Metode Untuk Mendeteksi Kanker Serviks. Anda boleh meng-copy artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber tulisan dan referensi artikel Beberapa Metode Untuk Mendeteksi Kanker Serviks, dengan URL : http://www.madupenyuburalmabruroh.com/beberapa-metode-untuk-mendeteksi-kanker-serviks/