Di suatu sore yang cerah, Dewie duduk di beranda depan rumah. Matanya tak berkedip menatap anak-anak yang bermain di halaman. Tak terasa air mata menetes di pipinya. Cepat ia hapus dan ia palingkan muka, seolah takut tangisnya diketahui anak-anak itu.

Sudah 3 tahun sejak ia menikah, ia sangat merindukan kehadiran anak. Apalagi, Anwar, suami Dewie, jarang sekali berada di rumah. Bisa, dalam satu bulan hanya satu minggu di rumah, selanjutnya sang suami pergi lagi. Anwar bukan tidak ingin punya anak. Namun, pekerjaannya yang terlalu padat, membuatnya kadang lupa. Dewie pernah mengajaknya ke dokter untuk memeriksakan diri, tetapi waktunya yang sempit membuatnya urung melaksanakan niat itu.

Di beranda lain…

Novie yang tengah menggendong Arsyad, anaknya yang berumur 3 bulan, mencoba melerai Arman kakaknya yang berumur 2 tahun yang sedang bertengkar dengan Arsyie, adiknya yang berumur 1 tahun. Novie sebetulnya tahu, bahwa jarak melahirkan yang terlalu dekat itu tidak baik untuk kesehatannya, di samping pengasuhan anak juga menjadi tidak optimal. Namun, Nanda, suami Novie tidak mengizinkan Novie menggunakan alat kontrasepsi apa pun. Begitu juga dirinya juga tidak mau menggunakannya. Suaminya memilih untuk mencegah kehamilan dengan cara alami. Selama ini, cara yang dipakai adalah dengan coitus interruptus, mengeluarkan cairan sperma di luar. Namun, ternyata hal ini tidak banyak membantu.

Masalah yang dihadapi oleh Dewie dan Novie, sebenarnya dihadapi pula oleh banyak keluarga lain di negeri ini, terutama di pedesaan. Persoalan tersebut sebenarnya berpangkal pada salah satu aspek yang penting, yaitu pemahaman terhadap masa subur (ovulasi).

Cara Mengenali Masa Subur Wanita

Dalam siklus kehidupan wanita, hamil adalah suatu masa dari mulai terjadinya pembuahan dalam rahim sampai bayi dilahirkan. Kehamilan terjadi ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual pada masa subur atau ovulasi dan sperma pria pasangannya akan membuahi sel telur matang wanita tersebut.

Banyak kendala yang membuat mereka sulit untuk mendapatkan kehamilan, mulai dari masalah kesuburan, tingkat psikologi mereka, disfungsi hormon, dan sebagainya. Namun, ada kalanya, kehamilan tidak mereka dapatkan karena tidak tepat saat melakukan hubungan seksual. Mereka tidak mengetahui, kapan wanita memasuki masa subur, sehingga kesempatan untuk terjadi ovulasi semakin besar.

Masa subur sangat besar artinya bagi mereka yang menginginkan kehamilan dan bagi yang ingin menunda kehamilan. Bagi yang menginginkan kehamilan, masa subur bisa dijadikan tolak ukur untuk melakukan hubungan seksual. Sebab, saat tersebut ovulasi sedang terjadi, sehingga kemungkinan hamil sangat besar. Sedangkan bagi yang berkeinginan menunda kehamilan, masa subur merupakan masa yang harus dihindari untuk melakukan hubungan intim.

Ada kalanya, kehamilan tidak mereka dapatkan karena tidak tepat saat melakukan hubungan seksual. Mereka tidak mengetahui, kapan wanita memasuki masa subur, sehingga kesempatan untuk terjadi ovulasi semakin besar.

Masa subur adalah masa yang harus diperhatikan untuk mulai mewujudkan kehamilan yang direncanakan. Puncak masa subur merupakan masa terbaik untuk hamil. Ironisnya, di tengah derasnya arus informasi di era global ini, sebagian dari kaum wanita masih ada yang menganggap bahwa kehamilan berlaku dengan mudah. Lebih memprihatinkan lagi adalah masih banyaknya kaum wanita yang lebih bersikap berharap dan berserah diri, tanpa usaha aktif untuk me­wujudkan keha­milannya. Masa subur sangat menentukan keberhasil­an sebuah kehamilan. Dengan mendasarkan masa subur, maka pasangan suami istri (pasutri) yang ingin memiliki anak dapat melakukan hubungan intim pada masa subur sang istri. Sebaliknya, pasutri yang tidak ingin hamil, sebaiknya menghindari berhubungan intim pada masa subur sang istri. Atau, jika terpaksa tidak dapat menghindarinya, dapat menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom atau sanggama terputus (coitus interruptus).

Wanita yang berada pada masa subur umumnya mengalami perubahan fisiologi yang dapat dijadikan sebagai petunjuk, antara lain:

  1. Libido yang meningkat;
  2. Lendir pada vagina lebih banyak. Lendir yang muncul pada vagina ini merupakan lendir yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar di leher rahim (serviks) dan bersahabat dengan sperma. Lendir tersebut memungkinkan sperma dapat bertahan hidup di dalamnya dan menunggu matangnya sel telur (ovulasi). Oleh karena itu, pada masa subur ini kemungkinan terjadi pembuahan sangat besar;
  3. Peningkatan suhu basal tubuh sebesar 0,2-0,5 derajat pada pagi hari;
  4. Selain itu, juga ada petunjuk masa subur lain yang dikenal dengan nama indikator minor kesuburan, yaitu nyeri perut dan perubahan payudara.

Selain berbagai kondisi yang telah disyaratkan dan diuraikan pada bagian sebelumnya, wanita masih mungkin hamil hanya bila persetubuhan dengan suami dilakukan pada masa subur dengan disertai keluarnya telur atau benihnya (ovulating). Waktu pengeluaran benih ini terjadi pada periode masa subur (fertileperiod). Oleh karena itu, dalam satu siklus haid dan pada waktu tertentu, benih wanita hanya keluar sekali.

Baca juga tentang Masa Subur Setelah Haid

Bunda suka dengan artikel Cara Mengenali Masa Subur Wanita ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang 5 Tips Agar Cepat Hamil Secara Alami. Semoga bermanfaat...

Keputihan dan Kista menyebabkan Anda SUSAH HAMIL.. Bau tak Sedapnya sangat Mengganggu!
Atasi dengan CRYSTAL X.. Gratis Kirim ke JABODETABEK, Diskon 30% Ongkos Kirim ke Kota Lain.
Garansi UANG KEMBALI 300% jika barang yang kami kirim PALSU! Beli Sekarang! Klik di Sini!

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel tentang Cara Mengenali Masa Subur Wanita. Anda boleh meng-copy artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber tulisan dan referensi artikel Cara Mengenali Masa Subur Wanita, dengan URL : http://www.madupenyuburalmabruroh.com/cara-mengenali-masa-subur-wanita/