Endometriosis bisa diturunkan dan lebih sering ditemukan pada keturunan pertama (ibu anak perempuan, saudara perempuan). Endometriosis yang berat bisa menyebabkan kemandulan karena menghalangi jalannya sel telur dari ovarium ke rahim.

Gejala-gejala yang paling mengarah ke endometriosis pada kelompok umur ini adalah peningkatan dismenorea yang didapat, nyeri panggul kronis, perubahan usus saat menstruasi dan perdarahan vagina abnormal. Karena itu, pemeriksaan laparoskopi untuk diagnostic harus dipertimbangkan pada remaja yang benar-benar menunjukkan gejala. Pada kasus yang jarang, dapat terjadi endometriosis pascamenopause yang disebabkan oelh penggunaanestrogen eksogen yang tidak teratur.

Salah satu dampak dari penyakit endometriosis adalah perlu pengangkatan ovarium dan harus diangkatnya salah satu atau kedua ovarium wanita yang menderita endometriosis. Hal ini dilakukan jika memang kondisi ovarium atau indung telur telah terjangkit endometriosis yang parah sehingga tidak bisa dilakukan pengobatan dengan terapi obat-obatan, sehingga harus dilakukan pengangkatan ovarium sebagai tempat perkembangan sel telur wanita.

Tentu saja ini bukan tidak menimbulkan efek tertentu terhadap organ atau system reproduksi wanita. Dampak yang paling ditakutkan adalah infertilitas atau kondisi wanita menjadi mandul, tidak memiliki keturunan akibat ovarium yang telah diangkat sehingga tidak  ada lagi sel telur yang dapat lagi dikembangkan. Jika saja hanya satu ovarium yang diangkat, maka masih ada peluang kehamilan meskipun peluang tersebut menurun atau cenderung lebih kecil, namun tetap saja masih ada kesempatan untuk tetap bisa hamil.

Ovarium merupakan salah satu alat reproduksi wanita yang paling penting dan memiliki peran dalam proses pembuahan (memiliki keturunan). Ovarium ini berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan memproduksi hormone esterogen dan progesterone. Dalam beberapa kasus, wanita harus merelakan ovariumnya diangkat/ diambil karena adanya masalah kesehatan. Pengangkatan ovarium ini ternyata menimbulkan kekhawatiran lain karena diduga akan menyebabkan masalah kesehatan dan dianggap berbahaya, bahkan dikatakan bisa meningkatkan resiko kematian.

Operasi pengangkatan kedua indung telur, juga disebut bilateral oophorectomy, dapat menyebabkan menopause dengan segera.  Siklus menstruasi seorang wanita akan berhenti setelah operasi ini, dan hormonnya akan turun dengan cepat.   Wanita akan mengalami gejala menopause yang kuat, seperti “hot flashes” (gejala wajar yang dialami saat menopause atau pra menopause, penderita akan mengalami rasa panas dan berkeringat serta detak jantung yang cepat, biasanya berlangsung sekitar 2 sampai 30 menit setiap terjadi) dan gairah seksual berkurang.

Bunda suka dengan artikel Dampak Pengangkatan Ovarium ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Penjelasan Tentang Siklus Menstruasi. Semoga bermanfaat...

Keputihan dan Kista menyebabkan Anda SUSAH HAMIL.. Bau tak Sedapnya sangat Mengganggu!
Atasi dengan CRYSTAL X.. Gratis Kirim ke JABODETABEK, Diskon 30% Ongkos Kirim ke Kota Lain.
Garansi UANG KEMBALI 300% jika barang yang kami kirim PALSU! Beli Sekarang! Klik di Sini!

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel tentang Dampak Pengangkatan Ovarium. Anda boleh meng-copy artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber tulisan dan referensi artikel Dampak Pengangkatan Ovarium, dengan URL : http://www.madupenyuburalmabruroh.com/dampak-pengangkatan-ovarium/