Mioma uteri adalah tumor jinak yang paling umum pada daerah rahim atau lebih tepatnya otot rahim dan jaringan ikat disekitarnya. mioma uteri juga sering disebut dengan Leiomioma atau miom, fibromioma atau fibroid, hal ini mungkin karena memang otot uterus atau rahimlah yang memegang peranan dalam terbentuknya tumor ini.

Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri. namun demikian ada beberapa factor yang diduga memicu pertumbuhan mioma uteri. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumor, di samping faktor genetik, adalah hormone estrogen, progesteron dan human growth hormone atau hormone pertumbuhan.

  1. Hormone Estrogen

Beberapa penelitian para ahli ditemukan bahwa otot rahim yang telah menjadi mioma ditemukan lebih banyak hormone estrogen dabandingkan dengan otot rahim yang normal. Mioma uteri ini juga hanya ditemukan pada wanita yang telah menarche atau telah melewati awal permulaan haid. Seringkali terdapat pertumbuhan tumor yang cepat selama kehamilan dan terapi estrogen. Mioma uteri akan mengecil pada saat menopause dan pengangkatan ovarium.

  1. Hormone Progesterone

Progesteron merupakan antagonis natural dari estrogen. Progesteron menghambat pertumbuhan tumor dengan dua cara yaitu: mengaktifkan 17B hidroxydesidrogenase dan menurunkan jumlah reseptor estrogen pada tumor.

  1. Hormon Pertumbuhan

Level hormon pertumbuhan menurun selama kehamilan, tetapi hormon yang mempunyai struktur dan aktivitas biologik serupa, terlihat pada periode ini, memberi kesan bahwa pertumbuhan yang cepat dari leiomioma semacam tumor jinak dalam otot rahim, selama kehamilan.

Faktor lain yang bisa menjadi sebab terjadinya mioma uteri, yaitu :

  • Umur
    Mioma uteri jarang terjadi pada usia kurang dari 20 tahun, ditemukan sekitar 10% pada wanita berusia lebih dari 40 tahun. Tumor ini paling sering memberikan gejala klinis antara 35 – 45 tahun.
  • Paritas
    Lebih sering terjadi pada wanirta yang relatif infertile atau kesuburan yang rendah, tetapi sampai saat ini belum diketahui apakan infertilitas menyebabkan mioma uteri atau sebaliknya mioma uteri yang menyebabkan infertilitas, atau apakah kedua keadaan ini saling mempengaruhi.
  • Faktor ras dan genetik
    Pada wanita ras tertentu, khususnya wanita berkulit hitam, angka kejadian mioma uteri tinggi. Terlepas dari faktor ras, kejadian tumor ini tinggi pada wanita dengan riwayat keluarga ada yang menderita mioma.
  • Fungsi ovarium
    Diperkirakan ada korelasi antara hormon estrogen dengan pertumbuhan mioma, dimana mioma uteri muncul setelah melewati haid pertama, berkembang setelah kehamilan dan mengalami pengecilan setelah menopause. Efek estrogen pada pertumbuhan mioma mungkin berhubungan dengan respon mediasi oleh estrogen terhadap reseptor dan faktor pertumbuhan lain.

Namun bukti-bukti masih kurang meyakinkan karena tumor ini tidak mengalami pengecilan yang bermakna setelah menopause sebagaimana yang disangka. Lebih daripada itu tumor ini kadang-kadang berkembang setelah menopause.

Bunda suka dengan artikel Factor Yang Mempengaruhi Terjadinya Mioma Uteri ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Mendeteksi Kecurigaan Terhadap Endometriosis. Semoga bermanfaat...

Keputihan dan Kista menyebabkan Anda SUSAH HAMIL.. Bau tak Sedapnya sangat Mengganggu!
Atasi dengan CRYSTAL X.. Gratis Kirim ke JABODETABEK, Diskon 30% Ongkos Kirim ke Kota Lain.
Garansi UANG KEMBALI 300% jika barang yang kami kirim PALSU! Beli Sekarang! Klik di Sini!

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel tentang Factor Yang Mempengaruhi Terjadinya Mioma Uteri. Anda boleh meng-copy artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber tulisan dan referensi artikel Factor Yang Mempengaruhi Terjadinya Mioma Uteri, dengan URL : http://www.madupenyuburalmabruroh.com/factor-yang-mempengaruhi-terjadinya-mioma-uteri/