Penanganan mioma uteri bisa seperti pada kasus kista. Jika perkembangan miom yang diperkirakan tidak berbahaya dan tidak akan mengganggu kehamilan, jika wanita hamil maka miom dapat dilakukan tanpa pengangkatan atau terapi khusus, kemungkinan hanya memerlukan obata-obatan untuk menghilangkan miom tersebut. Namun sebaliknya jika miom dengan pertumbuhan yang cepat sebaiknya selalu diawasi, karena bisa jadi kemungkinan akan menjadi ganas. Selain itu pula, jika dibiarkan bisa meenjadi membesar, dan mengganggu sehingga perlu dibuang atau dihilangkan. Dan juga jika sudah membesar, maka operasi pengangkatan juga akan semakin sulit dan lebih beresiko.

Pengobatan mioma uteri dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu melalui pemberian obat-obatan atau harus melalui pembedahan atau operasi pengangkatan miom. Pada mioma kecil dan tidak menimbulkan keluhan, tidak diberikan terapi, hanya perlu diamati tiap 3 – 6 bulan untuk menilai pembesarannya. Pembedahan dan pengangkatan mioma dilakukan bila besarnya mioma melebihi besar rahim seperti pada kehamilan 12 – 14 minggu. Sekitar 15 – 40% terjadi kekambuhan setelah dilakukan miomektomi atau pengangkatan mioma dan 2/3 nya memerlukan pembedahan lagi.

Selain itu indikasi mioma uteri yang diangkat adalah mioma uteri subserosum bertangkai. Pada mioma uteri yang masih kecil khususnya pada penderita yang mendekati masa menopause tidak diperlukan pengobatan, cukup dilakukan pemeriksaan pelvic secara rutin tiap tiga bulan atau enam bulan.

Adapun cara penanganan pada myoma uteri yang perlu diangkat adalah dengan pengobatan operatif diantaranya yaitu dengan histerektomi dan umumnya dilakukan histerektomi total atau pengangkatan rahim secara menyeluruh. Tindakan histerektomi total tersebut dikenal dengan nama Total Abdominal Histerektomy and Bilateral Salphingo Oophorectomy (TAH-BSO). TAH–BSO adalah suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat uterus, serviks, kedua tuba falofii dan ovarium dengan melakukan pembedahan pada dinding perut.

Miom dapat diketahui keberadaannya melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Miom juga bisa diketahui melalui pemeriksaan CT-Scan dan juga MRI, tetapi yang paling murah, dan sederhana juga cukup akurat adalah pemeriksaan melalui USG. Untuk mendeteksi miom yang menonjol ke dalam rongga rahim terkadang perlu dilakukan bantuan pemeriksaan hiterosalpingogram (HSG). Hal ini dilakukan dengan cara memasukkan cairan tertentu ke dalam rahim melalui mulut rahim sambil dilakukan USG atau rontgent.

Bunda suka dengan artikel Penanganan Mioma Uteri ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Penyebab Penyakit TORCH. Semoga bermanfaat...

Keputihan dan Kista menyebabkan Anda SUSAH HAMIL.. Bau tak Sedapnya sangat Mengganggu!
Atasi dengan CRYSTAL X.. Gratis Kirim ke JABODETABEK, Diskon 30% Ongkos Kirim ke Kota Lain.
Garansi UANG KEMBALI 300% jika barang yang kami kirim PALSU! Beli Sekarang! Klik di Sini!

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel tentang Penanganan Mioma Uteri. Anda boleh meng-copy artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber tulisan dan referensi artikel Penanganan Mioma Uteri, dengan URL : http://www.madupenyuburalmabruroh.com/penanganan-mioma-uteri/