Pendarahan adalah penyebab tersering kematian ibu. Perdarahan tersebut bisa dialami oleh ibu baik ketika sedang hamil, pada saat persalinan dan dalam masa pemulihan selama 40 hari setelah melahirkan  (masa nifas).

Tanda-tanda  perdarahan yang perlu kita kenali yaitu, mengeluarkan darah dari jalan lahir lebih dari 500 cc atau  kira kira sekitar 2 gelas ukuran sedang. Ibu bisa juga mengamati bila keluar darah hingga menembus pakaian dan tak kunjung berhenti dengan warna darah merah segar. Hati-hati bila perdarahan disertai salah satu atau lebih keluhan seperti rasa mau pingsan, mata berkunang – kunang atau penglihatan kabur, keluhan pusing kepala, kesemutan, telapak tangan dan kaki menjadi pucat dan dingin. Nafas menjadi sesak atau tersengal-sengal. Jangan menunda untuk segera mencari pertolongan bidan atau dokter terdekat jika terjadi hal demikian.

Perdarahan pascapersalinan antara lain dapat disebabkan oleh:

  • Atonia uteri

Atonia uteri merupakan penyebab utama terjadinya perdarahan pascapersalinan. Pada atonia uteri, uterus atau rahim gagal berkontraksi dengan baik setelah persalinan, sehingga dinding rahim tidak mau merapat dan menyebabkan pembuluh darah terbuka dan akan keluar terus-menerus.

  • Robekan jalan lahir

Robekan jalan lahir merupakan penyebab kedua yang juga sering terjadi dari perdarahan pasca persalinan. Robekan dapat terjadi bersamaan dengan atonia uteri, tetapi jika uterus dapat berkontraksi baik, biasanya perdarahan disebabkan oleh robekan serviks atau vagina, dan bukan berasal dari dinding rahim.

  • Retensio plasenta

Rentensio plasenta adalah belum lahirnya plasenta selama 30 menit setelah bayi lahir. Tidak semua retensio plasenta menyebabkan terjadinya perdarahan. Apabila terjadi perdarahan, maka plasenta dilepaskan secara manual lebih dulu, karena memang plasenta harus segera dilahirkan agar perdarahan bisa segera dihentikan. Karena jika plasenta belum lahir, maka pembuluh darah tidak dapat menutup, dan menyebabkan pendarahan.

  • Tertinggalnya sebagian plasenta (rest plasenta)

Sewaktu suatu bagian dari plasenta (satu atau lebih lobus atau jaringan plasenta) tertinggal, maka uterus tidak dapat berkontraksi secara efektif dan keadaan ini dapat menimbulkan perdarahan pula.

  • Inversio uterus

Uterus dikatakan mengalami inversi jika bagian dalam menjadi di luar saat melahirkan plasenta. Perbaikan posisi uterus sebaiknya segera dilakukan untuk mencegah darah yang mengalir pada uterus.

Bunda suka dengan artikel Pendarahan Yang Terjadi Pada Pasca Persalinan ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Mengatasi Nyeri Setelah Melahirkan. Semoga bermanfaat...

Keputihan dan Kista menyebabkan Anda SUSAH HAMIL.. Bau tak Sedapnya sangat Mengganggu!
Atasi dengan CRYSTAL X.. Gratis Kirim ke JABODETABEK, Diskon 30% Ongkos Kirim ke Kota Lain.
Garansi UANG KEMBALI 300% jika barang yang kami kirim PALSU! Beli Sekarang! Klik di Sini!

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel tentang Pendarahan Yang Terjadi Pada Pasca Persalinan. Anda boleh meng-copy artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber tulisan dan referensi artikel Pendarahan Yang Terjadi Pada Pasca Persalinan, dengan URL : http://www.madupenyuburalmabruroh.com/pendarahan-yang-terjadi-pada-pasca-persalinan/