Sebelumnya kita telah melihat secara detail tentang Penyebab Ketidaksuburan pada Wanita serta Penyebab Pria tidak Subur, maka kali ini kita akan melihat beberapa faktor lain yang menghambat terjadinya kehamilan. Faktor yang saya maksud di sini adalah penyakit-penyakit yang menghambat berhasilnya program kehamilan yang Anda lakukan. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

Kumpulan Faktor Penghambat Kehamilan

Penghambat Kehamilan #1 : Endometriosis

Endometriosis adalah kelainan pada lapisan pe­lindung rongga rahim. Jika pada perempuan normal, lapisan pelindung (endometrium) terletak di rong­ga rahim, maka pada kasus endometriosis, endometrium tumbuh di luar rahim.

Selain itu, endometriosis bisa menyebabkan in­dung telur, saluran telur, serta organ reproduksi lainnya tidak dapat berfungsi sebagaimana mesti­nya. Proses pembuahan menjadi sulit, sehingga cikal bakal janin tidak pernah terbentuk. lnilah yang me­nyebabkan perempuan yang mengalami endometri­osis sulit memiliki anak. Pada penderita endometri­osis, persentase kemungkinan terjadinya kehamilan di luar kandungan pun jauh lebih tinggi.

Hingga saat ini, penyebab yang pasti endometriosis bisa muncul belum ditemukan. Hanya saja, di wilayah-­wilayah yang mengalami pencemaran lingkungan cukup tinggi, kasus endometriosis terus meningkat. Selain itu, ada kemungkinan endometriosis ini merupakan penyakit menurun, yang dialami perem­puan usia produktif, yakni antara usia 25-40 tahun.

Penderita endometriosis yang menunjukkan sejumlah gejala khas, seperti:

  • Perut nyeri selama haid, kadang disertai kejang pada otot perut. Pinggang terasa sakit ketika duduk.
  • Panggul terasa nyeri, baik pada bagian belakang maupun samping
  • Sakit perut yang mirip dengan gejala sakit maag.
  • Anus dan sekitarnya terasa sakit ketika buang air besar
  • Vagina terasa tebal.
  • Muncul bercak-bercak merah jauh sebelum tibanya siklus haid.
  • Nyeri pada saat bersanggama.
  • Sering kali terjadi “banjir” darah pada waktu haid.

Untuk memastikan adanya endometriosis, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti laparoskopi dan pengambilan contoh ja­ringan.

Sejauh ini, endometriosis yang disebabkan oleh gangguan hormon, memiliki kemungkinan cukup besar untuk disembuhkan dengan obat pengatur produksi hormon-hormon seks perempuan. Se­mentara untuk endometriosis yang berbentuk kista, terapi yang bisa dilakukan adalah kombinasi antara operasi laparoskopi dengan terapi hormon.

Penghambat Kehamilan #2 : TORCH

TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Her­pes. Keempat jenis penyakit infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil.

Penyebab utama dari virus dan parasit TORCH (Toxo, Rubella, CMV, dan Herpes) adalah hewan yang ada di sekitar kita, seperti ayam, kucing, burung, tikus, merpati, kambing, sapi, anjing, babi dan lainnya. Meskipun tidak secara langsung sebagai penyebab terjangkitnya penyakit yang berasal dari virus ini adalah hewan, namun juga bisa disebabkan oleh karena perantara (tidak langsung) seperti memakan sayuran, daging setengah matang, dan lainnya.

Kini, diagnosis untuk penyakit infeksi telah berkembang antar lain ke arah pemeriksaan secara imunologis. Prinsip dari pemeriksaan ini adalah mendeteksi adanya zat anti (antibodi) yang spesifik terhadap kuman penyebab infeksi tersebut sebagai respons tubuh terhadap adanya benda asing (kuman).

Penghambat Kehamilan #3 : TOXOPLASMA

Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondii. Pada umumnya, infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesifik. Gejala yang muncul biasanya ringan, mirip gejala influenza, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah.

Infeksi Toxoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh terganggu (misalnya penderita AIDS, pasien transpalasi organ yang mendapatkan obat penekan respons imun).

Diagnosis Toxoplasmosis secara klinis sukar ditentukan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala (subklinik). Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan yang lazim dilakukan adalah Anti-Toxoplasma IgG, IgM dan IgA, serta Aviditas Anti-Toxoplasma IgG.

Penghambat Kehamilan #4 : RUBELLA

Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi ini disebabkan oleh virus Rubella, dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda. Infeksi rubella berbahaya bila terjadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi terjadi trimester pertama maka resikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and Gynecologists, 1981).

Tanda-tanda dan gejala infeksi Rubella sangat bervariasi untuk tiap individu, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Oleh Karena itu, diagnosis infeksi Rubella yang tepat perlu ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan meliputi pemeriksaan Anti-rubella IgG dana IgM. Pemeriksaan Anti­rubella IgG dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi. Pemeriksaan Anti-rubella IgG dan IgM terutama sangat berguna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan < 18 minggu dan risiko infeksi rubella bawaan.

Penghambat Kehamilan #5 : CYTOMEGALOVIRUS (CMV)

Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo, dan virus ini termasuk golongan virus keluarga Herpes. Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil. Jika ibu hamil terinfeksi, maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, pengapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain.

Pemeriksaan laboratorium sangat bermanfaat un­tuk mengetahui infeksi akut atau infeksi berulang, di mana infeksi akut mempunyai risiko yang lebih tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan meliputi Anti-CMV IgG dan IgM,serta Aviditas Anti-CMV IgG.

Penghambat Kehamilan #6 : HERPES SIMPLEKS TIPE 11

Infeksi herpes pada alat genital (kelamin) disebab­kan oleh Virus Herpes Simpleks tipe 11 (HSV II). Vi­rus ini dapat berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut saraf sensorik dan berdiam diganglion sistem saraf otonom.

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HSV 11 biasanya memperlihatkan lepuh pada kulit, tetapi hal ini tidak selalu muncul sehingga mungkin tidak diketahui. Infeksi HSV 11 pada bayi yang baru lahir dapat berakibat fatal.

Pemeriksaan laboratorium, yaitu Anti-HSV 11 IgG dan Igm sangat penting untuk mendeteksi secara dini terhadap kemungkinan terjadinya infeksi oleh HSV 11 dan mencegah bahaya lebih lanjut pada bayi bila infeksi terjadi pada saat kehamilan.

Mari berdoa semoga Anda semua terhindar dari penyakit penghambat kehamilan ini. Aaaamiiinn … Jangan lupa baca juga tentang Doa Agar Cepat Hamil di blog ini ya …

Bunda suka dengan artikel Penyakit-Penyakit Penghambat Kehamilan ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Obat Mandul Manjur. Semoga bermanfaat...

Jangan dibiarkan!! Bisa menghambat keberhasilan Program Hamil Anda.
CRYSTAL X SOLUSINYA... Gratis Ongkos Kirim ke JABODETABEK
plusone  twitter  facebook Share
Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel tentang Penyakit-Penyakit Penghambat Kehamilan. Anda boleh meng-copy artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber tulisan dan referensi artikel Penyakit-Penyakit Penghambat Kehamilan, dengan URL : http://www.madupenyuburalmabruroh.com/penyakit-penyakit-penghambat-kehamilan/