Ibu nifas sangat membutuhkan adanya dukungan dari orang di sekitarnya. Orang yang memotivasi, membesarkan hati dan orang yang selalu bersamanya serta membantu dalam menghadapi perubahan akibat adanya persalinan, untuk semua ini yang penting berpengaruh bagi ibu nifas adalah kehadiran seorang suami.

Dalam hal ini dukungan yang terpenting adalah peran suami, suami merupakan kepala keluarga sekaligus patner istri dalam mengarungi bahtera rumah tangga mereka. Seorang laki-laki yang menjadi ayah baru dituntut dapat membantu istrinya yang baru saja melewati pengalaman persalinan. Karena salah satu peran suami dalam keluarga adalah menjaga kesehatan istri setelah melahirkan yaitu dengan cara memberikan dukungan dan cinta kasih kepada istrinya agar sang istri merasa diperhatikan,mengantarkan untuk kontrol,menganjurkan untuk makan bergizi, istirahat cukup,menjaga personal hygine atau kebersihan diri.

Pada masa ini, istri akan lebih memperhatikan bayinya dan tugas-tugas lainnya sangat mustahil untuk dilakukan dengan baik kecuali suami yang melakukan. Suami atau pria yang egois merasa bahwa perawatan bayi adalah urusan istri namun dalam segala hal ingin didahulukan. Hal ini tentunya dapat menimbulkan persoalan yang akan menjadi bagian dari perpecahan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, sebagai suami istri dalam keadaan bagaimanapun harus tetap saling membantu  dan saling mendukung.

Secara psikologis, saat hamil semua perhatian tertumpah kepada si ibu, termasuk dipenuhinya semua keinginannya yang terkadang aneh. Namun begitu melahirkan, semua perhatian beralih ke si bayi. Sementara si ibu yang lelah dan sakit pasca melahirkan merasa lebih butuh perhatian.

Secara fisik, aktivitas mengasuh bayi sepanjang hari bahkan tak jarang di malam buta, memang menguras tenaga dan perhatian. Padahal sebagai istri dan ibu, banyak sekali yang harus diurusi. Begitu banyak daftar pekerjaan rumah tangga dan urusan lain yang harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan.

Yang perlu dilakukan suami dalam memberikan dukungan kepada istri dalam masa nifas adalah:

  • Berilah dorongan dan bantu istri untuk melakukan perawatan pasca bersalin seperti dengan meminum jamu perawatan, luluran, senam nifas dan sebagainya. Dengan demikian rasa percaya diri istri di depan suami akan pulih dan perasaannya menjadi relaks.
  • Suami sudah sewajarnya mengambil alih beberapa tugas istri pada enam minggu pertama. Itulah kesempatan bagi sang istri untuk memulihkan fisiknya, terutama otot-otot perut apalagi kalau ia melahirkan melalui bedah caesar. Sekali-kali, gantikanlah istri menimang bayi saat rewel di malam hari, ikut mengganti popoknya yang basah atau menuggui sang bayi saat istri memiliki keperluan yang lain atau saat istri mengerjakan pekerjaan yang lain.
  • Segudang perhatian dan kesabaran memang harus dimiliki para suami pasca istrinya melahirkan.

Bunda suka dengan artikel Peran Suami Pada Masa Nifas ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Reflex Bayi Yang Perlu Diketahui. Semoga bermanfaat...

Keputihan dan Kista menyebabkan Anda SUSAH HAMIL.. Bau tak Sedapnya sangat Mengganggu!
Atasi dengan CRYSTAL X.. Gratis Kirim ke JABODETABEK, Diskon 30% Ongkos Kirim ke Kota Lain.
Garansi UANG KEMBALI 300% jika barang yang kami kirim PALSU! Beli Sekarang! Klik di Sini!

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel tentang Peran Suami Pada Masa Nifas. Anda boleh meng-copy artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber tulisan dan referensi artikel Peran Suami Pada Masa Nifas, dengan URL : http://www.madupenyuburalmabruroh.com/peran-suami-pada-masa-nifas/