Setelah melahirkan secara normal, vagina akan terasa nyeri akibat robekan. Selama beberapa minggu rasa nyeri ini akan terasa saat melakukan aktivitas seperti berjalan ataupun duduk. Pemulihan luka robekan di vagina ini membutuhkan proses yang cukup lama.

Selama proses persalinan berlangsung, tentu saja organ terpenting wanita, yaitu vagina telah mendapatkan tugas yang sangat berat sebagai pintu untuk melahirkan bayi dalam kandungan, dengan berat badan normal rata-rata 2,5-3,5 Kg. bayangkan saja, lubang vagina yang awalnya hanya beberapa mili saja, harus membuka untuk mengeluarkan bayi yang besarnya tentu berkali-kali lipat dari ukuran lubang vagina itu sendiri.

Bagi yang memiliki kulit sekitar vagina yang elastic, mungkin saja tidak terdapat luka yang perlu dijahit setelah bayi lahir. Namun kebanyakan wanita, terutama pada persalinan pertama, terjadi luka atau sengaja digunting untuk memperluas jalan bagi bayi untuk keluar.

Melahirkan bayi dengan berat lahir besar akan menimbulkan luka yang lebih buruk dan perlu pemulihan lebih lama. Sedangkan jika melahirkan bayi dengan berat lahir kecil, lukanya lebih mudah disembuhkan karena perineum tetap utuh.

Beberapa yang bisa dilakukan sebagai perawatan vagina setelah melahirkan adalah sebagai berikut:

  • Lakukan latihan senam kegel untuk mengencangkan bagian sekitar panggul. Lakukan senam kegel ini beberapa hari pasca melahirkan.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang banyak mengandung serat seperti sayuran dan buah-buahan. Dengan demikian diharapkan, tinja yang dikeluarkan saat BAB tidak keras dan hal ini menghindarkan sakit berlebih saat BAB.
  • Untuk mengurangi rasa sakit atau menenangkan luka, anda dapat menggunakan kompress pada luka jahitan. Anda bisa menggunakan es yang dibungkus kain bersih dan menempelkannya pada bekas jahitan. Es dapat mencegah pembengkakan dalam 24 jam pertama setelah persalinan.
  • Bungkuslah es batu dengan kain yang halus dan lembut dan sekalah vagina secara perlahan. Tetapi jika labia telah mengalami pembengkakan, mengompres vagina tidak akan membantu. Bengkak pada labia (bibir vagina) disebabkan oleh kelebihan cairan yang akan mengempis dengan sendirinya setelah beberapa hari.
  • Buang air besar setelah melahirkan akan terasa menyakitkan, tapi usahakan untuk bertahan agar luka yang terdapat pada vulva tidak robek dan jika memungkinkan tekan sedikit ke arah atas pada bagian luka agar tidak terjadi peregangan. Untuk mengurangi rasa sakit ketika buang air besar anda memerlukan obat pelunak tinja.
  • Untuk menjaga kebersihan vagina, gunakan botol semprot yang diisi dengan air untuk membilas jaringan antara lubang vagina dan anus (perineum) setelah menggunakan toilet.
  • Siramlah dengan air dingin pada bagian vagina saat ibu sedang buang air kecil. Kemudian lakukan cebok dari arah depan ke belakang dengan air bersih (jangan sebaliknya, karena jika terbalik cara ceboknya, justru akan mengumpulkan bakteri dari anus ke vagina) dan lakukan dengan hati-hati.
  • Seringlah anda melakukan pergantian celana dalam dan usahakan menggunakan bahan yang mampu menyerap keringat. Anda bisa menggunakan panty liner untuk membantu vagina agar terhindar dari kelembaban yang berlebih. Selain itu, mencukur rambut di area sekitar vagina juga dapat membantu mengurangi kelembaban.

Bunda suka dengan artikel Perawatan Vagina Setelah Melahirkan ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Kondisi Rahim Setelah Melahirkan. Semoga bermanfaat...

Keputihan dan Kista menyebabkan Anda SUSAH HAMIL.. Bau tak Sedapnya sangat Mengganggu!
Atasi dengan CRYSTAL X.. Gratis Kirim ke JABODETABEK, Diskon 30% Ongkos Kirim ke Kota Lain.
Garansi UANG KEMBALI 300% jika barang yang kami kirim PALSU! Beli Sekarang! Klik di Sini!

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel tentang Perawatan Vagina Setelah Melahirkan. Anda boleh meng-copy artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber tulisan dan referensi artikel Perawatan Vagina Setelah Melahirkan, dengan URL : http://www.madupenyuburalmabruroh.com/perawatan-vagina-setelah-melahirkan/