Pernahkan anda melihat seorang ibu mengalami perubahan sikap setelah melahirkan? Setelah melahirkan, kebanyakan orang akan nampak bahagia karena kelahiran putra atau putrinya. Namun beberapa wanita akan cenderung sedih dan menutup diri. Seorang ibu yang setelah melahirkan justru tak ingin bersama anaknya, atau sering terlihat murung dan ingin menyendiri dan kadang-kadang juga menangis. Kemungkinan ibu tersebut mengalami yang namanya sindrom baby blues atau depresi pasca persalinan.

Depresi pasca melahirkan atau sindrom baby blues  merupakan depresi yang dialami Ibu setelah melahirkan, yang sifatnya bisa ringan hingga berat. Baby blues sendiri bisa terjadi segera setelah melahirkan atau ada yang mengalaminya setahun kemudian. Namun sebagian besar muncul pada 3 bulan pertama usai melahirkan.

Penyebab utama sindrom baby blues masih belum diketahui dengan jelas. Mungkin perubahan kadar hormon selama dan setelah kehamilan dapat mempengaruhi mood Ibu. Namun banyak juga faktor selain hormonal, seperti kekhawatiran karena perubahan bentuk tubuh sesudah melahirkan (takut menjadi tidak menarik lagi), perubahan hubungan kerja dan sosial, memiliki waktu dan kebebasan yang lebih sedikit, kurang tidur, rasa nyeri di awal nifas dan khawatir tidak mampu menjadi Ibu yang baik dan kekhawatiran lain-lainnya.

Gejala-gejala ibu mengalami sindrom baby blues adalah:

  • Sensitif. Sifat sensitive wanita muncul biasanya ditandai dengan mudah menangis, merasa sedih, kesal, sering cemas, gelisah dan lain sebagainya.
  • Hilangnya nafsu makan. Terjadinya penurunan berat badan atau bahkan bisa terjadi sebaliknya yakni meningkatnya nafsu makan dan terjadinya kenaikan berat badan secara berlebihan.
  • Berkurangnya energi dan motivasi sehingga sulit melakukan berbagai kegiatan, termasuk mengurusi bayinya sendiri.
  • Sulit tidur dan adanya perasaan khawatir secara berlebihan seperti khawatir akan menyakiti diri dan bayinya, dan kecemasan lainnya.
  • Memiliki perasaan negatif terhadap bayi atau memiliki pikiran ingin melukai bayinya.
  • Merasa cemas berlebihan terhadap bayi atau tidak terlalu tertarik pada bayi.

Pada beberapa wanita, postpartum blues bisa berlangsung lebih lama dan lebih berat, hingga masuk ke dalam tahap postpartum depression. Jika dibiarkan berlarut-larut, hal ini bisa berkembang menjadi kondisi psikis yang parah.

Apabila anda mengalami gejala-gejala tersebut di atas, maka sebaiknya bicarakan dengan orang terdekat, baik suami, orangtua, anggota keluarga lain, atau teman/ sahabat, terutama dengan mereka yang diketahui pernah mengalami hal serupa dan berhasil melaluinya. Dengan demikian, anda bisa berbagi perasaan dengan orang tersebut, bahkan mungkin dapat membantu anda untuk bisa mengatasinya.

Bunda suka dengan artikel Tanda-Tanda Ibu Mengalami Baby Blues ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Apakah Makanan Tertentu Bisa Mempercepat Persalinan?. Semoga bermanfaat...

Keputihan dan Kista menyebabkan Anda SUSAH HAMIL.. Bau tak Sedapnya sangat Mengganggu!
Atasi dengan CRYSTAL X.. Gratis Kirim ke JABODETABEK, Diskon 30% Ongkos Kirim ke Kota Lain.
Garansi UANG KEMBALI 300% jika barang yang kami kirim PALSU! Beli Sekarang! Klik di Sini!

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel tentang Tanda-Tanda Ibu Mengalami Baby Blues. Anda boleh meng-copy artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber tulisan dan referensi artikel Tanda-Tanda Ibu Mengalami Baby Blues, dengan URL : http://www.madupenyuburalmabruroh.com/tanda-tanda-ibu-mengalami-baby-blues/