Saat wanita sedang hamil, melihat adanya pendarahan saat hamil menjadi hal yang menakutkan, mereka akan segera beranggapan bahwa darah yang keluar dari alat reproduksi tersebut adalah sebagai tanda dari keguguran janinnya. Apakah hal itu benar adanya? Bahwa pendarahan yang terjadi saat hamil tidak semuanya merupakan keguguran janin.

Seorang wanita hamil juga disarankan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala yang terjadi pada dirinya karena banyak sekali kondisi kondisi yang mengancam pada kehamilan.  Sedangkan untuk pendarahan yang terjadi pada saat kehamilan ada beberapa sebab.

  • Plasenta previa

Plasenta dibawah atau dikenal juga dengan sebutan plasenta previa merupakan posisi dimana plasenta menutupi jalan lahir. Pada keadaan ini biasanya pendarahan terjadi tanpa disertai dengan rasa nyeri.

  • Solutio plasenta

Plasenta lepas atau yang dikenal dengan solutio plasenta adalah keadaan dimana pelekatan plasenta yang robek sebagian atau bahkan terlepas. Pada keadaan ini pendarahan yang terjadi biasanya akan berupa bercak darah yang berwarna merah gelap.

Tips menghindari Pendarahan Saat Hamil

Untuk tindakan pencegahan sampai sekarang pun belum ada tindakan yang tepat untuk mencegah pendarahan yang terjadi pada kehamilan, namun beberapa hal yang perlu anda lakukan jika pendarahan terjadi saat kehamilan agar dapat diatasi dengan baik dan benar. Dan berikut jenis pendarahan yang terjadi saat hamil.

  • Abortus iminiens, pendarahan yang terjadi bisa mengakibatkan keluarnya sedikit darahdan keadaan embrio tetap utuh dan aman.
  • Abortus insipiens, pada kondisi ini darah yang keluar akan lebih banyak dibandingkan dengan abortus iminiens dengan disertai rasa mulas. Kondisi embrio masih utuh namun sudah mengalami pembukaan rahim.
  • Abortus inkomplet, pendarahan yang terjadi akan sangat banyak dan bisa sampai menyebabkan syok, pada kondisi ini embrio sudah keluar dan dan masih ada sisa yang tertinggal di dalam rahim.
  • Hamil ektopik, atau dikenal juga dengan hamil diluar kandungan pada kondisi ini kebanyakan kejadian yang terjadi adalah ditemukannya calon janin yang menempel di saluran telur, jika hal ini terjadi maka anda perlu melakukan operasi untuk mengangkat saluran telur yang robek.

Cara untuk mengatasi pendarahan saat hamil.

  • Baringkan sang ibu dengan posisi kaki berada lebih tinggi dari bahu
  • Istirahatkan sang ibu hingga pendarahan bisa berkurang
  • Jangan melakukan aktifitas yang tergolong berat, seperti mengangkat beban dan sebagainya

Bunda suka dengan artikel Tips Menghindari Pendarahan Saat Hamil ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Perlukah Vaksinasi Sebelum Program Hamil?. Semoga bermanfaat...

Keputihan dan Kista menyebabkan Anda SUSAH HAMIL.. Bau tak Sedapnya sangat Mengganggu!
Atasi dengan CRYSTAL X.. Gratis Kirim ke JABODETABEK, Diskon 30% Ongkos Kirim ke Kota Lain.
Garansi UANG KEMBALI 300% jika barang yang kami kirim PALSU! Beli Sekarang! Klik di Sini!

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel tentang Tips Menghindari Pendarahan Saat Hamil. Anda boleh meng-copy artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber tulisan dan referensi artikel Tips Menghindari Pendarahan Saat Hamil, dengan URL : http://www.madupenyuburalmabruroh.com/tips-menghindari-pendarahan-saat-hamil/